728x90 AdSpace

Breaking

Ads[postpage]

Ads[homepage]

Wednesday, June 01, 2016

Inilah Filosofi Kelima Lambang Yang Ada di Pancasila

Inilah Filosofi Kelima Lambang Yang Ada di Pancasila
Inilah Filosofi Kelima Lambang Yang Ada di Pancasila

RAKYATINA.COM | FILOSOFI: Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo baru saja mengumumkan bahwa tanggal 1 Juni sudah sah sebagai hari nasional yang harus diperingati sebagai Hari Kelahiran Pancasila yang beliau putuskan beberapa jam yang lalu di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat tertanggal 1-06-2016.

Hal itu merupakan suatu kewajiban yang seharusnya memang sudah ditetapkan dan diperingati kelahirannya sejak awal berdirinya Pancasila. Karena bagaimana pun, Pancasila adalah salah satu tonggak penting yang menjadi pondasi bagi bangsa Indonesia ini di dalam berbangsa dan bernegara yang diatur pada setiap sila-silanya yang tertera di dada burung Garuda.

Namun, masih ingatkan kita terhadap butir-butir Pancasila itu?  Dan apa sebenarnya arti lambang dari setiap sila-silanya? Mari kita simak kembali pelajaran yang sebenarnya sudah ditanamkan sejak kita duduk di bangku sekolah dasar ini.


Sila Pertama: "Ketuhanan Yang Maha Esa" memiliki simbol "Bintang"
Bintang, merupakan simbol yang tertera di Pancasila yang berada di sila ke-1. Bintang sendiri memiliki filosofi sebuah cahaya, yang mengidentikkan pada keberadaan Tuhan yang maha kuasa yang menyinari kehidupan manusia itu sendiri. Sementara untuk latar warna hitam di lambang bintang ini adalah; menunjukkan bahwa warna hitam melambangkan sebuah warna alam yang menunjukkan bahwa Tuhan bukanlah sebuah buatan manusia, akan tetapi itu menunjukkan akan keberadaan Tuhan YME yang memang melebihi dari segalanya.

Sila Kedua: "Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab" memiliki simbol "Rantai"
Rantai merupakan simbol sila ke-2, yang dimana simbol rantai itu sendiri terdiri dari kotak segiempat dan lingkaran yang menyambung menjadi mata rantai. Mata rantai kotak itu adalah lambang laki-laki sementara mata rantai lingkaran adalah melambangkan sesosok perempuan, yang artinya setiap manusia baik laki-laki ataupun perempuan harus memiliki rasa satu kesatuan agar menjadi kuat bagaikan rantai.

Sila Ketiga: "Persatuan Indonesia" memiliki simbol "Pohon Beringin"
Pada sila ketiga, lambang silanya adalah pohon beringin. Pohon beringin senidiri merupakan pohon yang banyak memiliki dahan dan cabang yang lebat serta memiliki akar-akar yang banyak keluar dari pohon yang sama dan tentu juga rindang yang dapat memberikan perlindungan pada orang yang berteduh di bawahnya. Hal ini diibaratkan pada masyarakat Indonesia yang berada di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai suku.

Sila Ke-empat: "Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan" memiliki simbol "Banteng"
Hal ini mengacu pada kepribadian seekor banteng sebagai hewan sosial yang senang berkumpul, dan tentu saja itu memberikan gambaran agar kita sebagai manusia selalu mengedepankan bermusyawarah di dalam memutuskan persoalan.

Sila Kelima: "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia" memiliki simbol "Padi dan Kapas"
Lambang sila kelima ini adalah melambangkan arti dari kebutuhan pokok manusia, yang di mana isi dari lambang padi dan kapas itu sendiri adalah kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. (Sumber kompasiana)


[ab]




Inilah Filosofi Kelima Lambang Yang Ada di Pancasila Reviewed by Abel Baretto on Wednesday, June 01, 2016 Rating: 5 Inilah Filosofi Kelima Lambang Yang Ada di Pancasila RAKYATINA.COM | FILOSOFI:  Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo baru saja men...

Reaksi:

No comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Ads[postpage]